Tanaman tidak akan menyelesaikan masalah efek rumah kaca


Bagikan artikel ini dengan teman Anda:

Tampaknya kemampuan tanaman untuk mengimbangi efek rumah kaca telah dibesar-besarkan. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam kondisi atmosfer memiliki efek yang lebih berbahaya pada tumbuhan daripada yang diyakini sebelumnya. Penelitian di McGill University menunjukkan bahwa peningkatan CO2 menurunkan pertumbuhan alga. Dipimpin oleh ahli biologi Graham Bell, penelitian ini didasarkan pada respon ganggang terhadap konsentrasi karbon dioksida yang tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa ganggang mungkin tidak beradaptasi dengan kondisi CO2 tingkat tinggi.

Menurut Bell, temuan ini berlaku untuk spesies tanaman lainnya. Ini membantah anggapan bahwa tanaman dapat menggunakan surplus CO2 dari lingkungan. Pada abad berikutnya, kita cenderung melihat perubahan signifikan pada semua tanaman (termasuk spesies pertanian) seiring meningkatnya penggunaan minyak dan tingkat CO2 meningkat.

Kontak:
- Sinead Collins, Kantor Hubungan Universitas (URO) - Universitas McGill - Tel: + 1 514 398 6459
- Christine Zeindler, Petugas Komunikasi - Kantor Hubungan Universitas - tel: + 1 514 398 6754


Umpan balik

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *